Mitos Dan Fakta Sebenarnya Mengenai Keguguran

Keguguran merupakan hal yang sangat mengerikan jika di alami oleh setiap wanita, keguguran juga mengakibatkkan trauma berkepanjangan dan dapat mempengaruhi kehamilan berikutnya. Sangat beruntung bagi mereka yang segera mendapat penggantinya.
wanita-keguguran
Menurut Duff, faktanya 60% penyebab keguguran adalah masalah genetis. Jangan merasa bersalah dan merasa gagal, karena keguguran bukanlah sesuatu yang di sebabkan oleh sesuatu yang anda lakukan. Bagi pasangan manapun kegugurna merupakan kejadian yang sangat mengerikan, bukan hanya perempuan yang mengalami kesedihan tetapi pria juga merasakan kesedihan yang sama apalagi jika janin tersebut merupakan anak pertamanya.

Mitos Dan Fakta Sebenarnya Mengenai Keguguran

  • Stress bisa menyebabkan keguguran ternyata mitos

Banyak sekali wanita yang mempunyai anggapan bahwa stres dapat menyebabkan keguguran. Hal ini membuat wanita yang mengalami keguguran merasa malu dan bersalah karena masalah stres yang di alaminya menjadi penyebab keguguran.
Namun sutus NHS secara tegas menyebutkan bahwa keguguran tidak ada hubungannya dengan kondisi emosional ibu hamil

  • Pertambahan usia menyebabkan keguguran ternyata mitos/fakta

Hal ini belum di ketahui secara pasti, tetapi dari sekian banyak kasus, hal ini merujuk kepada fakta. Karena di ketahui wanita di bawah usia 30 tahun kemungkinan 10% mengalami keguguran. Dan wanita usia 35-45 tahun bisa meningkat 2 kali lipat atau di katakan sebanyak 20% mengalami keguguran. Dan yang terakhir untuk wanita yang berusia diatas 45 tahun bisa mengalami sekitar 40% keguguran.

  • Mengangkat beban berat bisa menyebabkan keguguran ternyata mitos

Anggapan ini juga di tentang karena aktivitas mengangkat beban berat, berdiri terlalu lama, berjalan terlalu jauh dan olahraga tidak ada hubungannya dengan penyebab keguguran tetapi dengan catatan masih dalam batas wajar dan dengan aktivitas yang masih bisa di toleransi. Tetapi hal ini juga bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran jika kondisi ibu hamil kurang sehat dan lemah.

  • Keguguran akan terjadi lagi di masa kehamilan berikutnya ternyata mitos

Bagi pada calon ibu yang mendengar anggapan ini, jangan terlalu di pikirkan karena belum tentu benar. Sebenarnya wanita yang mengalami keguguran akan bisa hamil lagi se-segera mungkin.Tetapi jika setelah keguguran tidak mengalami kehamilan atau sulit, sebaiknya anda segera periksakan diri ke dokter ahli kandungan untuk di teliti secara medis penyebabnya secara real. Karena ada kemungkinan, seorang wanita mengami keguguran secara berulang.

  • Setiap penyakit yang di derita ibu hamilĀ  menyebabkan keguguran ternyata mitos

Karena penyakit ringan seperti pilek dan batuk tidak cukup membahayakan kehamilan. Tetapi itu juga tergantung dari penyakit jenis apa dan usia kehamilan sang ibu. Dari kebanyakan kasus biasanya kehamilan muda lah yang rentan sekali mengalami keguguran jika sang ibu mengalami sakit. Penyakit seperti toxoplasma yang sering menyerang ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, dan parahnya infeksi toxoplasma ini juga dapat menyebabkan janin cacat.

  • Ketakutan berlebih yang di alami ibu hamil dapat menyebabkan keguguran ternyata fakta

Ketakutan berlebihan ini dapat menyakiti janin dan meningkatkan resiko terjadinya keguguran. Ketakutan berlebih ini dapat memicu stres yang akhirnya dapat menghambat perkembangan janin. Untuk mengantisipasinya sebaiknya sang ibu cukup cermat untuk mengendalikan emosinya, dan dalam kasus seperti ini peran suami juga sangat berpengaruh. Sebaiknya terus bahas dan pikirkan hal hal positif selama masa kehamilan karena hal itu dapat membuat janin tumbuh normal dan mengurangi resiko adanya keguguran.

  • Pendarahan dan kram perut tanda akan mengalami keguguran ternyata mitos.

Pendarahan yang masih dalam kategori ringan dan kram pada perut yang masih dalam kondisi bisa di tahan pada awal masa kehamilan tergolong normal. Karena hal tersebut di sebabkan karena terjadinya pelekatan sel telur yang telah di buahi ke dinding rahim saat plasenta tertanam dalam lapisan rahim. Dan kram ringan yang di rasakan di dasar rahim tidak membahayakan, yang membahayakan adalah ketika kram terjadi pada bagian samping perut sehingga dalam hal ini anda harus lebih waspada, yang di takutkan adalah kehamilan terjadi di saluran indung telur atau biasa di sebut hamil ektopik.

  • Bayi yang mengalami keguguran tahu kalau dirinya tidak diinginkan

Janin dapat merasakan dan mengetahui perasaan ibunya melalui hormon-hormon yang diproduksi tubuh ibu. Kemarahan melepaskan hormon adrenalin, ketakutan melepaskan hormon kolamin, stres melepaskan hormon kortisol dan perasaan senang melepaskan hormon endorphin. Hormon-hormon ini diteruskan melalui plasenta kepada janin dalam hitungan detik saat ibu merasakan emosi tertentu. Rasa marah atau resah berkepanjangan yang dialami ibu tidak akan menyebabkan keguguran tapi menyebabkan janin berkembang tidak sempurna, lahir dengan berat badan rendah, kolik pada bayi atau kesulitan belajar di kemudian hari.

  • Wanita yang melakukan aborsi akan mengami keguguran dikehamilan berikutnya ternyata mitos.

Seorang wanita dapat kembali hamil dalam waktu terntentu tergantung dengan kesehatan dan kesiapan sang ibu. Dan tentunya seorang wanita tidak boleh melakukan aborsi dengan alasan yang tidak jelas, kecuali hal itu di peruntukan demi keselamatan sang ibu.

Baca Juga Artikel Menarik lainnya : Obat Keguguran Herbal Tanpa Harus Operasi Kuret

—–SALAM HIDUP SEHAT—–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *